Mengapa Aku Memutuskan Berpindah Hati dari WordPress

Mengapa aku memilih Ghost dibanding Wordpress.

Mengapa Aku Memutuskan Berpindah Hati dari WordPress
Photo by Pierre Châtel-Innocenti / Unsplash

Sudah sekian banyak platform pernah aku coba. Mulai dari zaman awal ngeblog pakai Blogspot. Lalu WordPress. Miniblog seperti Tumblr, Multiply. Medium pun sudah kucoba. You name it. Semua sudah almarhum kini, atau terbengkalai tak lagi terjamah dan terpelihara.

Setelah sekian belas tahun menggunakan WordPress, lama kelamaan aku merasa tidak nyaman. Terlalu banyak plugin yang harus di-install. Beberapa berbayar jika aku ingin mendapatkan fungsi yang kuinginkan.

Akhirnya aku mencoba mencari alternatif WordPress.

Kebutuhanku tidak banyak. Aku tidak butuh e-commerce. Aku cuma perlu wadah menulis. Blog yang sederhana. Yang tidak memusingkanku untuk maintenance dan update sekian banyak plugin atau tools.

Beberapa cuitan di X dan Threads menyebut tentang Ghost. Blog dan situs yang menggunakan CMS ini terlihat cantik di mataku secara visual, ringan, dan sesuai dengan seleraku: minimalis.

Karena aku sedang malas ngapa-ngapain, aku menghindari self-hosted. Sedang tidak ingin menghabiskan banyak waktu dan energi untuk install ini itu.

Setelah membandingkan beberapa alternatif hosting service buat Ghost, aku memilih Magicpages ini.

Alasannya sederhana: aku senang mendukung solo founders, seperti yang dilakukan Jannis Fedoruk-Betschki dengan Magicpages. Menjadi solo founder adalah keinginanku yang belum juga tercapai. Siapa tahu, dengan merasakan langsung produk besutan dia, aku bisa tertular semangat dan benar-benar meluncurkan produk yang fit dengan market.

Ini posting pertama aku. Jadi, aku belum bisa bicara banyak tentang keunggulan Ghost dibandingkan WordPress. Mungkin di lain kali, aku bisa jabarkan lebih rinci.

Hanya saja, desain dashboard yang minimalis membuatku nyaman untuk menulis di sini.

Itu saja tujuanku membuat blog ini: membangkitkan kembali kegairahanku untuk menulis. Sekian banyak pikiran tumpang tindih, berseliweran, melompat-lompat minta untuk dituangkan. Dengan terbata-bata, aku coba menuliskannya. Di sini.

Subscribe to ESVDM

Don’t miss out on the latest issues. Sign up now to get access to the library of members-only issues.
jamie@example.com
Subscribe