Mengapa Aku Tak Juga Kunjung Menulis

Mengapa aku tak kunjung juga menulis, padahal ide berkelimpahan dan minat selalu ada?

Mengapa Aku Tak Juga Kunjung Menulis
Photo by Amador Loureiro / Unsplash

Aku bikin blog ini dengan tujuan jadi media melatih jari yang sudah kaku. Toh, aku tak juga lantas rajin menulis. Padahal, ide berlimpah ruah. Setiap kali aku mengalami kejadian, langsung terbersit keinginan: aku akan menuangkan ini ke tulisan.

Kenyataannya, aku tak juga kunjung menulis.

Writer's block? Tidak juga.

Kurang waktu? Ah, jujur, hari-hariku selepas jam kantor dipenuhi dengan rebahan. Well, ada sih satu proyek lepasan, tapi itu cuma mengambil dua jam waktuku setiap hari.

Jadi, mengapa?

Apakah aku malas? Sepertinya, iya.

Tapi, kalau kurunut lebih jauh lagi, ini bukan sekadar malas.

Ini tentang penyakit menunda yang lagi-lagi kumat.

Setiap ada ide, kurenungkan, lalu kupendam dengan niat: nanti malam, ah, aku akan menulis.

Kenyataannya? Malam menjelang. Scrolling TikTok membuatku lupa waktu hingga tiba-tiba tengah malam.

Lalu aku berniat: esok pagi aku akan menulis.

Paginya, lagi-lagi ada saja alasan untuk menunda.

Hmm. Ini satu topik yang menarik untuk kutulis ya. Kebiasaan menunda-nunda. Procrastinator sejati, aku.

Baiklah, mungkin akhir pekan ini aku akan mengulas tentang procrastination.

We'll see.

Subscribe to ESVDM

Don’t miss out on the latest issues. Sign up now to get access to the library of members-only issues.
jamie@example.com
Subscribe