Hari Ini Aku Berulang Tahun

Ada masa di mana hari ulang tahun tak lagi berasa istimewa. Hidup harus berlanjut, itu saja.

Hari Ini Aku Berulang Tahun
Photo by Aubrey Fernandez / Unsplash

Ada saat di mana ulang tahun adalah hari yang istimewa bagiku. Sejak kecil, meskipun orang tuaku tidaklah kaya raya, setiap hari ulang tahun selalu kami rayakan dengan berbagai cara.

Kebiasaan itu terbawa hingga aku dewasa.

Namun, ternyata ada waktunya ketika bertambah usia itu biasa saja.

Hari ulang tahun berlalu seperti hari yang lain.

Tidak ada lagi kue ulang tahun yang berdatangan tanpa henti dari partner kerja. Tidak ada lagi makan malam romantis bersama pasangan. Atau pesta mabuk-mabukan dengan teman berbagai usia beragam golongan.

Bahkan, tidak ada lagi ucapan dari teman-teman - yang memang sudah kutinggalkan. Dunia kami sudah jauh berbeda.

Hari ini, aku ucapkan "happy birthday" untuk diriku sendiri. Kemudian, bermalas-malasan di kamar (cuaca sedang buruk-buruknya).

Kalaupun ada yang istimewa, ada satu videoku di platform photostock yang terjual. Ah, seandainya kutekuni, mungkin aku sudah panen ribuan dolar sekarang. Tak semudah itu. Modal awal untuk berlangganan ini-itu harus ada, dan aku belum siap.

Satu review dengan bintang lima masuk dari platform freelancer. Aku hiatus tiga tahun lebih dari platform itu. Karena sekarang Indonesia sedang tidak baik-baik saja, aku berniat mengejar dolar. Profilku kembali kuhidupkan. Mulai dari level 0 lagi.

Tak kusangka, satu order langsung mendarat, tak lama setelah aku aktif. Dan hari ini, pengerjaan sudah disetujui klien, beserta review bintang lima.

Apakah itu tanda dariMu, Tuhan, bahwa kamu selalu ada dan tak pernah meninggalkanku?

Tentunya, ya. Aku saja yang bebal dan sering alpa. Memilih bergulat dengan kebingungan dan keresahan, sedangkan Kamu jelas-jelas selalu besertaku.

Terima kasih, Tuhan. Terima kasih, Semesta.

Subscribe to ESVDM

Don’t miss out on the latest issues. Sign up now to get access to the library of members-only issues.
jamie@example.com
Subscribe